Langsung ke konten utama

Pemilihan Dan Pemanfatan Media Penmbelajaran Berbasis TIK Dalam Pendidikan Luar Sekolah

Pemilihan Dan Pemanfatan Media Penmbelajaran Berbasis TIK Dalam Pendidikan Luar Sekolah

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, tuntutan penggunaan teknologi canggih pun semakin meluas ke semua aspek kehidupan, terutama dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, dunia pendidikan merupakan sasaran utama penggunaan media-media canggih baru yang merupakan hasil dari kemajuan iptek tersebut. Salah satu contohnya yaitu sekarang hamper di seluruh tingkat lembaga pendidikan di Indonesia telah memakai media-media pendidikan berbasis computer, baik di sekolah yang berada di kota maupun di pedesaan. Dengan bantuan dan dukungan dari pemerintah, kini diusahakan semua sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi tersebut.
Istilah media berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang memiliki arti perantara. Dalam Dictionary of Education, disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Sebagai perantara, maka media ini dapat berupa koran, radio, televisi bahkan komputer. Media merupakan sebuah perangkat atau alat. Sedangkan pembelajaran memiliki arti sebagai sebuah kegiatan penyampaian informasi terkait ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik kepada para peserta didik yang dimilikinya. Dengan demikian dapat kita tarik sebuah pengertian mengenai media pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah alat atau perangkat yang diperlukan dalam proses kegiatan penyampaian informasi berupa ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik yang menggunakan teknologi komunikasi dan informasi.

Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut, dalam proses pembelajaran dikenal pula istilah media pembelajaran 

Suyitno (1997) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai belajar dan alat bantu mengajar. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, maka media belajar ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan ajar yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik.
1. Pemilihan Media Pembelajaran Berbasis TIK Dalam PLS
Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi adalah pola pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sebagai pendukung  proses pembelajaran dalam pencapaian tujuan pendidikan. TIK berperan sebagai alat bantu bukan sebagai subyek utama. Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, komputer/internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru, siswa, dan bahan belajar sebagaimana yang di persyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran.
         Kondisi yang perlu didukung oleh komputer/intemet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memeperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut (Boettcher dalam Muhammad Anas, Mursidin T. dan Firdaus, Simposium Pendidikan, 2008:17).
Jenis-jenis media pembelajran berbasis TIK dalam PLS 
1.    Komputer
 Komputer Pembelajaran berbasis komputer adalah pembelajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu (Wena, 2011:203). Melalui pembelajaran ini bahan ajar disajikan melalui media komputer sehingga kegiatan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menantang bagi siswa.
Menurut Hick dan Hyde (dalam, Wena 2011:203) mengatakan bahwa dengan pembelajaran berbasis komputer siswa akan berinteraksi dan berhadapan langsung dengan komputer secara individual sehingga apa yang dialami oleh seorang siswa akan berbeda dengan apa yang dialami oleh siswa lain.
Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut arsyad(2002:54-55)
a.   Komputer dapat mengakomodisi siswa yang lamban menerima pelajaran.
b.  Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan lataihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna, dan musik yang dapat menambah realisme.
c.   Kendali berada ditangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
d.   Kemanpuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembeljaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dipantau.
e.   Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif,    vidio, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer.
2.   Peralatan Audio
3.   Peralatan Visual  Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan V TIK CD/DVD player.

Alat Pendukung Dalam Pembelajaran Berbasis.
1.      Teks.
 Materi  yang  disimpan  bisa  dalam  berbagai  jenis  file.  Pengajar-pengajar  yang  menggunakan komputer  akan  terbiasa  dengan  file  berbentuk  teks  misalnya  file  berekstensi  *.doc,  *.txt,  *.docx, *.xls atau *.pdf.  Selain  berkas  teks,  materi  pembelajaran  pun  dapat  berupa  berkas  presentasi  (*.ppt atau *.pptx). Untuk itu, pembelajaran berbasis TIK memerlukan guru/dosen yang juga harus memahami teknologi. Dan hal inipun bisa menjadi kendala berat bila guru/dosen tidak memahami komputer beserta aplikasi dan internetnya. alam proses pembelajaran guru/dosen bisa menggukan LCD atau In Fokus untuk memudahkan proses belajar mengajar. Tanpa harus capek mencatat didepan/ papan, begitupun juga dengan mahasiswa tidak harus mencatat apa yang menjadi bahan ajar tetapi cukup dikopy saja. Dengan demikian pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan efisien.
2.       Gambar
Pengguna komputer pun biasanya tidak asing dengan file-file gambar baik berupa foto atau gambar digital misalnya file berekstensi *.jpg, *.png, *.gif, *.bmp, *.tif. penggunaan gambar sebenarnya tidak terlalu banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh tidak banyaknya materi pembelajaran yang harus dituangkan dalam bentuk gambar. Tetapi dalam beberapa jurusan misalnya teknik, seni, dan permesinan akan membutuhkan gambar sebagai pendukung materinya.
3.      Animasi
Beberapa  pengguna  komputer  telah  mengenal  animasi.  Sekarang  animasi  di  internet  lebih menarik daripada gambar. Animasi itu dapat berupa gambar kecil yang bergerak atau menampilkan teks  yang  bergerak.  Animasi  itu dapat  dibuat  dengan  flash  atau  pengolah gambar  /  foto.  File  animasi  di  antaranya  berekstensi  *.swf,  atau  *.gif. Daripada  hanya  sekedar  teks,  pembelajaran  dengan  gambar  atau  animasi akan  lebih  menarik.
4.      Suara.
Dari  uraian  di  atas,  pembuatan  teks,  gambar  dan  animasi  memerlukan  waktu  yang  cukup untuk  pembuatannya.  Pembuatan  materi  teks,  gambar  dan  animasi  bisa  saja  merupakan  masalah bagi  pembelajaran  di  intenet.  Salah  satu  upaya  untuk  mendapatkan  materi  pembelajaran  yang paling  mudah  adalah  merekam  ceramah  kemudian  menyimpannya  di  dalam  pembelajaran asinkronus  (berbasis  teknologi  informasi).  Pada  saat  ini  pesawat  pemutar  mp3  (mp3  player), pemutar mp4 (mp4 player), atau telepon selular dapat merekam sampai puluhan menit. File-file ini bisa saja berekstensi *.wav atau *.amr. Rekaman-rekaman ceramah ini sangat ideal untuk disimpan di  internet  agar  pembelajar  dapat  memanfaatkannya.  Pembelajar  dapat  mengunduh  (mendownload)  file  dan  menyetelnya  di  pemutar  mp3  atau telepon  selularnya.
Dengan  begitu  pengajar  tidak  selamanya  harus  mengetik  teks  untuk  disimpan  di  internet atau  membuat  gambar  atau  animasi  untuk  pembelajarnya.  Pengajar  tinggal  merekam  ceramahnya saja sebagai materi pembelajaran yang disimpan di internet.

5.      FILM
Penggunaan Jaringan Komputer/Internet untuk Pembelajaran        
Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF).

2. Pemanfaatan Pembelajarn Berbasis TIK Dalam PLS
Pembelajaran berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses pembelajaran. TIK berperan sebagai alat bantu bukan sebagai subyek utama.
1. Komputer sebagai Media Pembelajaran
Definisi Komputer
Istilah komputer diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute). Definisi komputer disampaikan oleh Hamacter yang dikutip oleh Wahono (2003), ‘Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi’. Tiga sifat komputer menurut Daryanto (2007) yaitu: bekerja dengan menggunakan tenaga listrik (elektronik), bekerja berdasarkan program, bekerja dalam suatu sistem.
2. Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran.
Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut Arsyad (2002:54-55):
a)      Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran.
b)      Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna, dan musik yang dapat menambah realisme.
c)      Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
d)     Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
e)      Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif, video,  dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer.
3. Internet sebagai media pembelajaran
Internet merupakan sebuah perpustakaan raksasa dunia yang di dalamnya terdapat jutaan bahkan miliaran informasi atau data yang berupa text, grafik, audio, animasi maupun digital konten lainnya.Dalam akses global internet dapat memfasilitasi beragam sumber belajar yang dibutuhkan siswa.

Definisi Internet
Internet (kependekandari interconnection-networking)adalahseluruhjaringan komputer yansaling terhubung menggunakan standar   sistem  global  Transmission Control Protocol/InterProtocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communicationprotocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Caramenghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan Internet working ("antarjaringan").Internet memungkinkan suatu program untuk melakukan sharing dengan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun termasuk pengimplementasian pembelajaran berbasis web.

Hhtp;//abivish.blogspot.co.id/2014/03/bahan-ajarku-media-
        pembelajaran html. (online) diakses 14 februari 2016.
http://rinayunanta.blogspot.com/2012/01/media-pembelajaran-berbasis-tik.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.      Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan untuk program pendidikan luar sekolah Memasuki Abad Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dibutuhkan dan pentingnya penggunaan ICT ( Information and Communications Teknology ) dalam kegiatan pembelajaran. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti penc...

Konsep Pembelajaran Berbasis WEB

KONSEP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB 1.       Konsep pembelajaran berbasis web Pembelajaran berbasis web adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga sering disebut juga dengan e-learning. Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel)  dan jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).Pengajaran berbasis web (WBI) sebagai program pengajaran berbasis hypermedia  yang memanfaatkan atribut dan sumber daya World Wide Web (Web) untuk menciptakan   lingkungan belajar yang kondusif. Konvensi interna...